Video »

Video Lainnya:

Update: 15 12 2014
24th JGTC, PERHELATAN JAZZER TIGA GENERASI


24th JGTC, PERHELATAN JAZZER TIGA GENERASI


Penyelenggaraan Jazz Goes To Campus yang memasuki hitungan ke 24 tahun ini mengambil tema “The Past, Present & Future of JGTC”, dengan maksud menyajikan sebuah perjalanan even JGTC FEUI dari mulai awalnya, melihat perkembangannya sampai sekarang, dan bagaimana nantinya akan dikembangkan di kemudian hari. Baik secara organisasi, kepanitiaan, penyelenggaraan dan berbagai aspek-aspek lain dari JGTC itu sendiri.

Dari segi penampilan artist atau pengisi acara, panitia mencoba menyesuaikan dengan tema tersebut dengan berusaha menampilkan artis dan musisi yang merepresentasikan masing-masing generasi (Past, Present & Future).

Sebagai contoh untuk mewakili artis-artis generasi yang terdahulu ada Benny Mustafa, Benny Likumahua, Yopie Item dan Ireng Maulana & Friends. “Om Ireng ini kita baru saja mendapatkan konfirmasi/kepastian, makanya menyusul”, demikian ungkap Bani Maulana lewat surat elektroniknya ke redaksi WartaJazz.com. Ketika ditanya lebih lanjut mengapa beberapa nama yang biasanya hadir kali ini absen seperti Bubi Chen dan Ermy Kullit, Bani melanjutkan, “Sedangkan kenapa tidak ada Om Bubi karena beliau memiliki jadwal yang bertabrakan dengan JGTC tahun ini. Begitu pula sebenarnya kita ingin Ermy Kullit untuk tampil kembali namun sepertinya tahun ini berhalangan”.

Sementara itu, mewakili “Present” panitia JGTC kali ini mengundang nama-nama seperti Reborn, Riza Arshad, Tohpati, Donny Suhendra, Iga Mawarni, Syaharani, dan lain-lain. Harus diakui bahwa mereka inilah yang sedang berada pada generasi sekarang di dunia jazz Indonesia.

Sedangkan “Future” adalah menampilkan sebagian musisi-musisi muda yang sangat berpotensi untuk menjadi “The Next Generation Jazz Musicians of Indonesia”, seperti Rio Moreno, Andien, Sequoia, ecoutez (merupakan band bentukan dari anak-anak Abdullah Aziz Sextet dan Fourtiedo).

Bani juga mengakui bahwa tahun ini memang lebih banyak menampilkan grup-grup baru yang masih muda-muda karena upaya untuk menjadikan JGTC sebagai ajang yang dapat mengakomodasi bakat-bakat muda musisi muda Indonesia. Itu pula yang melandasi diadakannya kompetisi jazz atau Festival Jazz. “Agak-agak salah penamaan sih sebenarnya, tapi akan kita koreksi untuk tahun-tahun ke depan” ujarnya. Seperti mungkin sudah diketahui kompetisi Jazz ini sudah diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya.

Penyelenggaraan kompetisi jazz tahun ini kembali mengambil tempat di Dermaga Food Court Mal Pondok Indah tgl 7-8 November. Menurut Bani, sejauh ini sudah kurang lebih 15-20 band yang mendaftar, dan tahun ini mereka bertekad untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan kompetisi itu sendiri agar dapat benar-benar menyaring bakat-bakat sesuai tujuan JGTC.

Untuk mewujudkan itu panitia dibantu oleh Deviana Daudsjah sudah menyiapkan berbagai kriteria penilaian dan syarat kompetisi. Bertindak sebagai juri untuk kompetisi tahun ini adalah Deviana Daudsjah (mewakili pengajar/pendidik musik), Benny Mustafa (mewakili musisi senior), Rio Moreno (mewakili musisi muda), dan Eddy Koko (mewakili jurnalis musik).

Pada saat penyelenggaran kompetisi (Festival Jazz) nanti, akan diselenggarakan juga press conference JGTC di tempat yg sama. Rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 8 November sebelum penutupan Festival. Dan juga akan diadakan musician gathering dimana rencananya para musisi yg akan tampil di JGTC pada 11 November nanti akan berkumpul di acara Festival sembari meninjau kompetisi tersebut.

Panitia juga berencana akan membuat suatu booklet yang berisi profil dari JGTC itu sendiri dan seluruh rangkaian kegiatan acaranya serta profil dari musisi yang akan tampil pada saat hari-H.

Jika sesuai dengan rencana, tahun ini JGTC kembali menghadirkan 2 panggung seperti layaknya pada penyelenggaraan tahun lalu. Panitia juga berjanji untuk memperbaiki kualitas kedua panggung sehingga agar lebih seimbang dan tidak pincang. Mungkin para penonton tahun lalu masih ingat kualitas panggung yang lebih kecil kualitasnya kurang sebaik yg panggung utama. Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa pemilihan performance artis/musisi di antara kedua panggung tersebut tidaklah dibeda-bedakan.

Menutup pembicaraan, Bani mengungkapkan kalau detail acara masih bersifat tentative karena masih dibahas bersama oleh kami panitia bidang acara, dan juga disesuaikan dengan jadwal main dari para musisi. Untuk itu selalu ikuti berita JGTC 2001 di WartaJazz.com




Dibaca: 00992 kali
   »
   »