Waljinah   Waljinah Duet dengan Chrisye


  Video »

Video Lainnya:

Update: 28 06 2014
Waljinah Duet dengan Chrisye

Berduet dengan penyanyi Nicky Astria bukanlah sesuatu ‘kejanggalan’ dilakukan seorang penyanyi seperti Chrisye. Sebab publik atau penggemar Chrisye, terutama dekade sembilan puluhan, jelas mengenal Nicky Astria. Selain itu, jalur musik yang dilalui Nicky tidak begitu jauh jaraknya, boleh dibilang, berdampingan dengan yang ditekuni Chrisye. Tetapi jika yang dipasang duet dengan Chrisye adalah Waljinah, pasti banyak orang tertegun, bertanya-tanya, tertawa dan, yang pasti, kejutan!


Bagi sebagian besar anak muda penggemar Chrisye, terutama yang hidup remaja pada tahun sembilan puluhan, nama Waljinah jelas asing di telinga mereka. Kalaupun pernah mendengar nama tersebut mungkin karena mendapat ceritera dari sang ayah atau ibu yang, kebetulan, masih tergolong ‘orang lama’. Selain orang lama, dipastikan, orang tua tadi merupakan keluarga Jawa yang masih menyukai musik langgam Jawa atau uyon-uyon, minimal musik kroncong, campursari atau penikmat pergelaran wayang kulit. Sebab dari dunia itu tadi sosok yang bernama Waljinah datang, dunia yang dienggani sebagian besar kaum remaja.

Keroncong
Selain sebagai penyanyi keroncong, Waljinah juga seorang pesinden (penyanyi dalam pergelaran wayang kulit) yang pamor dan kepiawaiannya masih sulit dicari tandingannya sampai sekarang. Dalam penayangan pergelaran wayang kulit di televisi, terutama dalang terkenal tampil, wajah Waljinah sering terlihat.


Waljinah pada zamannya sekitar tahun 1970-an merupakan primadona di dunia musik keroncong. Ia tidak hanya dikenal di panggung, tetapi juga lewat album-albumnya yang kala itu masih dalam bentuk piringan hitam dan direkam perusahaan rekaman Lokananta di Surakarta. Salah satu lagu yang cukup dikenal lewat Lokananta adalah Ayo Ngguyu (Mari Tertawa). Tidak diketahui siapa penciptanya. Album-album selanjutnya, Waljinah mempercayakan rekamannya kepada Perusahaan Rekaman Elshinta di Jakarta dan keluarlah album Jangkrik Gengong yang membuatnya semakin berkibar, kemudian Djago Kate dan Walang Kekek serta lainnya. Lagu Walang Kekek menjadikan Waljinah dijuluki ‘Si Walang Kekek’.


Kepiawaian Waljinah tidak hanya dalam menyanyi, ia juga mampu mengkoordinir sejumlah pemusik keroncong dan memimpinnya lewat Orkes Keroncong Bintang Surakarta. Orkes yang mengiringi setiap rekaman album-album Waljinah. Hampir semua pencipta lagu-lagu keroncong pernah menyodorkan karyanya untuk dibawakan Waljinah. Sebut saja, Gesang, Ismanto, Anjar Ani, Sapari dan tidak ketinggalan dalang Ki Nartosabdho. Para pencipta tersebut memiliki kepercayaan, lagu karyanya semakin indah dan hidup lewat suara emas Waljinah. Waljinah memang memiliki karakter sendiri. Hampir semua lagu yang dibawakannya berliriknya berbahasa Jawa, hanya satu dalam bahasa sunda, yaitu Bajing Loncat karya Kosomandjaya dalam album Djangkrik Gengong.


Percaya Diri
Lewat album Badai Pasti Berlalu milik Chrisye yang direkam ulang bersama Erwin Gutawa, tiba-tiba nama Waljinah muncul sebagai guest stars bersama Nicky Astria dan Aning Katamsi (seriosa). Chrisye juga menggaet Waljinah ke atas panggung dalam pergelarannya, pekan lalu. Peristiwa ini jelas menjadi pengobat rindu pagi penggemar Waljinah. Sekaligus memperkenalkan publik remaja sosok penyanyi yang selama 30 tahun lebih mempunyai namanya tidak pudar dan konsisten pada musik atau budaya bangsa.


Waljinah yang jauh lebih senior dari Chrisye tampil begitu percaya diri di panggung. Ia tampak tidak sungkan dan grogi memasuki ‘belantara musik populer’. Waljinah tetap tampil dengan gayanya seorang Waljinah. Mengenakan pakaian yang kontras dengan dunia musik pop, stelan kebaya, rambut disanggul dan selendang panjang ‘semampir’ di pundaknya, Waljinah tampil tanpa salah. Ia disambut tepuk tangah meriah dan teriakan penonton, entah kagum atau mengolok-olok gayanya. Maklum penontonnya banyak kaum muda yang bangga akan budaya asing dan hampir-hampir tidak mengenal musik keroncong. Mereka menilai keroncong adalah ‘kuno’ dan tidak memiliki gengsi. Boleh jadi, sama sekali tidak ada yang tahu, Waljinah hidup makmur lewat musik bangsanya.


Dibandingkan Chrisye yang tidak pandai bergaya, monoton, apa pun irama lagunya tetap tidak bergerak, gaya Waljinah lebih hidup dan luwes di panggung. Begitu keluar, Waljinah langsung menyanyi, ‘menyapu’ panggung dan mengunjungi penonton, sebelum sampai kepada Chrisye. Semuanya dilakukan dengan profesionalitas seorang Waljinah. Gaya dan senyumnya menunjukkan ia begitu percaya diri. Tidak gentar dengan seorang Chrisye, Nicky Astria, Aning Katamsi yang ia tahu bahwa penonton pergelaran pasti lebih mengenal mereka daripada dirinya.


Spontan
Berbeda dengan Nicky yang banyak berimprovisasi dalam gerak dan lagunya, malam itu, Waljinah menyanyi sesuai dengan partitur rekaman. Gayanya pun tetap anggun, kontras dengan gaya rock Nicky. Ia tetap mempertahankan cengkok keroncong dengan warna suara sinden mendendangkan lagu Semusim.


“Ajakan terhadap Waljinah membawakan lagu Semusim dalam album Badai Pasti Berlalu terjadi secara spontan ketika mulai proses rekaman. Saat itu juga kami menghubungi Waljinah dan langsung mengirimkan lagu yang akan dibawakannya. Hanya dua kali berkomunikasi, kemudian Waljinah datang ke Jakarta langsung rekaman,” ceritera Chrisye di Studio Musica. Waljinah sendiri mengaku, sangat gembira dan suprise ikut terlibat dalam proyek Erwin Gutawa dan Chrisye ini.


Kini, banyak orang sudah menyaksikan dan membuktikan, Waljinah adalah seorang artis besar. Ia mampu tampil atau berkolaborasi dengan musik pop atau di luar jenis musik yang ditekuninya. Lantas, masihkah ia dikatakan sebagai artis pinggiran, ketinggalan zaman dan tidak layak diikutkan dalam proyek atau pergelaran-pergelaran besar? Semoga tidak. Kita berharap muncul Waljinah-Waljinah baru yang mau melestarikan budaya Indonesia.



Dibaca: 02582 kali
   »
   »