Video »

Video Lainnya:

Update: 28 / 06 / 2014
Perjalanan Panjang Utha Likumahua, Melejit lewat lagu “Tersiksa Lagi”.

Pada dekade tahun delapan puluhan masyarakat pecinta musik pop di Indonesia pasti mengenal nama penyanyi Utha Likumahua. Lewat lagu berjudul Tersiksa Lagi nama Utha yang sebelumnya tidak dikenal orang tiba-tiba melejit. Albumnya laris bak kacang goreng, bersaing dengan album-album musik barat yang ketika itu masih murah karena belum terkena pajak. Pendeknya, Utha dan albumnya ‘meledak’, tawaran manggung di sejumlah kota besar berdatangan.

Kini, setelah dua puluh tahun berlalu, ternyata nama Utha Likumahua belum tenggelam. Ia masih berkibar dan ‘ditanggap’ orang termasuk tampil di layar kaca. Menariknya lagi, dalam hampir pada setiap kesempatan Utha tampil banyak remaja tahun 2000 meminta tanda tangannya. Saat manggung pada acara Friday Jazz Night di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, penonton menunggu penampilannya sebagai bintang tamu Ireng Maulana Band. Seperti biasa, Ireng selalu mengundang bintang tamu secara bergantian.


Sebagian besar penonton acara itu adalah kaum remaja yang usianya berkisar 20-an tahun. Bahkan, boleh jadi, sebagian dari mereka, ketika Utha Likumahua terkenal dengan hit-nya Tersiksa Lagi belum lahir. Mereka tampaknya mengenal lagu tersebut dengan baik. Buktinya, saat Utha melantunkannya, mereka sepertinya ikut menggumam.Tidak hanya Tersiksa Lagi, mereka juga menghafal tembang lainnya seperti Rame-rame dan Esok ‘kan Masih Ada. Mereka ikut bernyanyi. Pada akhir pertunjukan, tidak sedikit remaja meminta tanda tangan Utha serta foto bersama.


Sungguh menarik jika menyimak keberadaan seorang Utha Likumahua yang usianya sudah memasuki 44 tahun. Setidaknya, ia masih mampu bersaing dengan penyanyi yang muncul pada tahun sembilan puluhan. Tidak tenggelam dimakan zaman. Utha mengeluarkan sejumlah album baru di tahun sembilan puluhan, antara lain bersama Trie Utami. Tetapi lagu-lagu yang ditunggu penonton atau penggemar Utha, kapan pun dan di mana pun, tetap lagu-lagu yang pernah menjadi hits pada awal dekade delapan puluhan, yaitu Tersiksa Lagi dan Esok ‘kan Masih Ada. Dengan kenyataan tersebut, tidak berlebihan jika menyebut Utha sebagai salah satu penyanyi Indonesia yang mempunyai kualitas sehingga mampu bertahan.


“Saya memang berharap, tidak perlu jadi yang terbaik atau terpopuler tetapi hadir di antara yang terbaik. Soal kaum remaja yang sampai sekarang masih menyukai lagu-lagu saya atau pribadi saya, sebetulnya saya sendiri kurang memperhatikannya. Sepertinya sesuatu berjalan seperti biasa saja,” kata Utha Likumahua usai pertunjukan di Pasar Festival.


Menyaksikan penampilannya, tidak bisa dipungkiri Utha mempunyai kelebihan dibanding kebanyakan penyanyi sekarang atau seangkatannya. Warna suaranya khas. Penjiwaan terhadap lagu yang dibawakannya sungguh bagus dan terkesan ‘bertanggung jawab’ meskipun lagu yang dinyanyikan tersebut bukan miliknya seperti ketika ia melantunkan My Funny Valentine milik Rodgers sebagai nomor pembuka penampilannya bersama Ireng Maulana Band. Improvisasinya sungguh hidup.


Ia cukup bijaksana dalam menjalani kariernya, tidak ‘ngoyo’ dan berusaha tampil apa adanya. Kesederhanaan inilah yang antara lain membuat dua albumnya jeblok di pasar. Ia tidak protes ketika mengetahui perusahaan rekaman tempat ia bernaung tidak melakukan promosi untuk dua albumnya tersebut. Bahkan, Utha juga tidak pernah menanyakan royaltinya sampai sekarang. Ia lebih memilih diam dan pindah perusahaan rekaman lain.


Dari kesederhanaan itu pula terungkap banyak segi kebetulan dalam hidup Utha. Kebetulan ia orang Ambon, kulturnya memang pandai bernyanyi sehingga membawanya menjadi finalis World Populer Song 1973 mewakili Maluku, juara di Festival ASEAN Song Festival V tahun 1989 membawakan lagu Sesaat Kau Hadir, juara III Festival Asia Broadcasting di Malaysia tahun 1989 dan masih banyak predikat lainnya. Juga kebetulan, ia adik pemusik terkenal Benny Likumahua sehingga gitaris Yopie Item yang mengenalnya tahun 1978 mengajaknya main di Hotel Mandarin Jakarta. “Saya percaya, semua kebetulan itu Tuhan yang mau,” katanya sambil menceriterakan kebetulan-kebetulan yang lainnya.


Pertemuan Utha dengan Trie Utami, rekan duetnya saat ini, juga terjadi secara kebetulan. Seharusnya Trie Utami berduet dengan Yopie Latul membawakan lagu Bila ke Festival Asia Broadcasting tahun 1989. Tetapi persiapan kurang seminggu Yopie tidak juga muncul. Ia sibuk dengan proyeknya di Brunei Darussalam. Maka, Chris Patikawa yang bertanggung jawab atas keberangkatan delegasi Indonesia langsung meminta Utha agar bersedia menggantikan Yopie. Meskipun persiapan yang sempit dan belum pernah mengenal Trie Utami, duet itu bisa klop. Sejak itu Utha dan Trie merasa cocok satu sama lain.


“Saya puas kerja bareng dengan Trie Utami. Tanpa harus latihan lebih dahulu, setiap melakukan duet bisa pas dan sreg. Tetapi produser saya yang sekarang menyarankan saya mencari teman duet wanita yang masih muda dan cantik serta memiliki kemampuan bernyanyi. Usul ini saya terima, tetapi sampai sekarang belum ada yang melamar,” cerita Utha di rumahnya, sambil memperdengarkan sejumlah lagu koleksi pribadinya berupa duetnya dengan Trie Utami.

Daur Ulang
Masih ada yang menarik dari balik kesuksesan Utha. Ia sebenarnya sukses lewat lagu-lagu bekas alias daur ulang. Hal ini tidak banyak diketahui orang. Sebagai contoh, lagu Tersiksa Lagi yang menjadikan Utha melejit adalah saduran dari You Are The Reason dari Ramsey Lewis. Kemudian, lagu Esok ‘kan Masih Ada sebetulnya dibuat Dodo Zakaria untuk Vina Panduwinata. Tetapi Vina tidak jadi membawakannya dan diserahkan kepada Utha. Lagu Mungkinkah Terjadi sebelumnya pernah direkam Freddy, H tetapi gagal dipasaran dan baru sukses setelah dinyanyikan Utha.


Utha boleh bangga, banyak pencipta lagu terkenal, seperti Andre Hehanusa, Odie Agam, Dodo Zakaria, Dedy Dukun, Dian Pramana Purba dan masih banyak lagi, pernah menulis lagu untuknya.


Kini, baik Utha maupun para pencipta lagu tersebut sudah sama-sama memiliki nama besar sehingga layak mengangkat kedua pihak dalam satu pergelaran khusus. Termasuk menampilkan kembali musisi yang pernah terlibat dalam album Utha Likumahua, seperti Yopie Item, Adhie MS, Rully Johan, Benny Likumahua, Mathes dan masih lainnya. Hanya, sekarang, siapa berani jadi promotornya? Penggemar Utha Likumahua pasti menunggu.



Dibaca: 01458 kali
   »
   »